Memuat berita terbaru...

Petinggi Polri Enggan Berkomentar: Dugaan Sindikat Judi Sabung Ayam dan Dadu 'Pak Kulit' di Patumbak Makin Ramai Pasca "Gerebek Kosong"


MEDAN – Wibawa aparat penegak hukum di wilayah Sumatera Utara, khususnya Polrestabes Medan dan Polsek Patumbak, tampaknya benar-benar sedang diuji. Setelah sebelumnya publik disuguhi misteri "gerebek kosong" di lokasi dugaan judi dadu, kini aktivitas di lokasi berbeda yang diduga kuat sebagai arena judi sabung ayam—yang santer disebut warga diduga milik sindikat 'Pak Kulit'—justru terpantau makin bebas beroperasi pada akhir pekan ini.

Berdasarkan pantauan tim dilapangan dan laporan terkini dari warga pada hari ini, Sabtu (17/10/2026), lokasi yang disinyalir sebagai markas dugaan sabung ayam di kawasan Jl. Jahe, Patumbak Satu, terpantau sangat ramai. Kerumunan puluhan pria dewasa secara terang-terangan berkumpul di lokasi, mengindikasikan bahwa aktivitas yang diduga berbau perjudian tersebut berjalan mulus tanpa hambatan.

Kondisi di Jl. Jahe ini seolah menjadi ironi. Sebab beberapa hari sebelumnya, tepatnya pada Senin (12/10/2026), aparat Polsek Patumbak sempat melakukan penggerebekan di titik terpisah, yakni dugaan lapak judi dadu di Jl. Pertahanan Pasar 7, yang berujung tanpa hasil alias "zonk". Bukannya "tiarap" pasca-rentetan sorotan tajam publik, pihak pengelola dugaan lapak sabung ayam di Jl. Jahe tersebut seolah menunjukkan superioritasnya dan merasa kebal hukum.

Tiap Hari Diberitakan, Penindakan Diduga Tak Pernah Jujur

Ironisnya, meski hampir setiap hari rentetan aktivitas yang diduga ilegal di kedua lokasi tersebut disorot dan diberitakan oleh awak media, penindakan terhadap dugaan sindikat judi 'Pak Kulit' di Patumbak ini disinyalir tidak pernah dilakukan dengan sungguh-sungguh dan jujur oleh aparat penegak hukum.

Insiden "gerebek kosong" di dugaan lapak dadu tempo hari yang diduga hanya sekadar formalitas belaka, ditambah dengan bebasnya dugaan arena sabung ayam yang terus beroperasi hari ini, semakin mempertebal keraguan publik. Masyarakat mencurigai adanya dugaan indikasi 'permainan' di lapangan yang membuat penertiban selalu gagal membuahkan hasil nyata.

Petinggi Polri Enggan Memberikan Klarifikasi

Dalam rangka menjunjung tinggi asas keberimbangan informasi (cover both sides) sesuai amanat UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers, redaksi sebenarnya telah berupaya melayangkan surat konfirmasi resmi dan menyampaikan bukti aktual ke pihak kepolisian terkait situasi yang tak kunjung tuntas ini.

Namun, hingga berita ini diturunkan, tidak ada satu pun petinggi kepolisian yang bersedia merespons maupun memberikan tanggapan resmi atas konfirmasi tersebut.

Adapun konfirmasi resmi tersebut telah dilayangkan secara berjenjang kepada:

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Dr. Ferry Walintukan, S.I.K., S.H., M.H.
Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, S.I.K., M.H.
Wakapolrestabes Medan, AKBP Rudy Silaen, S.H., S.I.K., M.I.Kom.
Kasat Intelkam Polrestabes Medan, Kompol Lengkap Suherman Siregar, S.H., M.H.
Kanit Pidum Satreskrim Polrestabes Medan, Iptu M. Hafizullah
Kapolsek Patumbak, AKP M. Tommy Franata

Sikap pasif dan minimnya keterbukaan dari rentetan pemangku kebijakan hukum di atas disinyalir justru memberikan angin segar bagi dugaan sindikat 'Pak Kulit' untuk terus meraup untung.

"Hari ini (Sabtu) dugaan sabung ayamnya yang di Jalan Jahe makin ramai, Bang. Terang-terangan operasionalnya. Kayaknya aman-aman saja mereka buka, padahal tiap hari masuk berita dan warga sudah resah. Terus pas ditanya wartawan, bapak-bapak polisi itu belum ada yang mau jawab. Penindakannya kami duga nggak pernah jujur, cuma ecek-ecek aja," ungkap salah seorang warga sekitar yang identitasnya dirahasiakan redaksi demi keamanan.

Kini, bola panas berada di tangan pucuk pimpinan tertinggi di Sumatera Utara. Lantaran aparat di tingkat Polsek dan Polrestabes terkesan belum memberikan respons atas laporan dan konfirmasi pers, masyarakat menaruh harapan penuh kepada Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol. Sonny Irawan, S.I.K., M.H.

Publik mendesak adanya atensi langsung dan instruksi penindakan tegas, terukur, dan tanpa pandang bulu dari Kapolda Sumut beserta jajaran Divisi Propam, demi menyelamatkan marwah "Presisi" Polri dari oknum-oknum yang diduga melakukan pembiaran terhadap dugaan sindikat sabung ayam dan dadu 'Pak Kulit' di wilayah Patumbak. (Tim)